Setiap orangtua menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Tidak ada orangtua yang tidak berdoa untuk keberhasilan anaknya di masa depan. Tapi sudahkah kita menunjukan peran  untuk mendukungnya? Orangtua memiliki peran penting dalam support system bagi anak.

Berbekal potensi, bakat, dan minat yang anak miliki, akan mendorong mereka untuk memiliki suatu cita-cita. Untuk itu, orangtua perlu memiliki sikap mendukung atas bertumbuh kembangnya cita-cita anak. Antarkan anak-anak kita ke gerbang cita-citanya dengan menunjukan sikap berikut ini:

  1. Tidak memaksakan cita-cita kepada anak

Apabila anak memiliki cita-cita sendiri, dukunglah cita-cita itu dan berikan kesempatan untuk menumbuhkan cita-cita tersebut.

  • Menemukenali bakat dan potensi anak

Bakat sudah terbawa sejak lahir dan diperoleh dari keturunan sebelumnya. Bakat merupakan potensi di dalam diri anak yang belum berkembang. Untuk mengenali bakat anak, orangtua perlu melakukan pengamatan anak tersebut berbakat di bidang apa.

  • Memahami cita-cita anak

Orangtua perlu untuk memahami cita-cita anaknya. Sehingga mengetahui apa saja yang dibutuhkan sang anak untuk mencapai cita-citanya. Hal ini tentu akan memudahkan orangtua dalam memilihkan skill atau kemampuan yang harus dimiliki anak untuk membantu mewujudkan cita-citanya.

  • Memfasilitasi kebutuhan cita-cita anak

Fasilitasi kebutuhan anak untuk mengembangkan potensi diri agar cita-cita tercapai secara optimal. Misalnya, jika anak ingin menjadi seorang musisi, maka orangtua perlu menyediakan alat-alat musik yang anak perlukan. Bila perlu anak diikutkan kelas musik.

  • Mengasah dan mengarahkan cita-cita anak

Orangtua dapat mendorong dan membimbing anak agar apa yang diinginkanya terwujud. Berikan dukungan, arahan, dan perangsangan agar bakat dan potensi yang dimiliki anak dapat berkembang. Ajak pula anak untuk mendoakan cita-citanya agar suatu saat menjadi kenyataan.

Itu dia beberapa sikap yang perlu diperhatikan orangtua dalam mendukung cita-cita anak. Semoga kita dapat menjadi orangtua yang bijak dan memahami keinginan sang anak.

Ayo Bercita-cita

Kata cita-cita bukanlah kata asing bagi kita. Bahkan kita telah mendengar kata cita-cita sejak dari balita baik dari orangtua atau keluarga. Bahkan saat memasuki PAUD/TK kalimat “Apa Cita-citamu?” seperti kalimat wajib yang dilontarkan guru kepada peserta didiknya. Selalu ada banyak pilihan jawaban untuk pertanyaan ini, tidak konsisten bahkan cenderung berubah-ubah. Mereka menanyakan hal tersebut bukan tanpa alasan, karena sebelumnya mereka juga pernah mendapatkan pertanyaan yang sama. Hingga pertanyaan ini berlanjut pada generasi ke generasi. Ketika memasuki usia SD-SMP-SMA kita masih bertemu dengan kalimat “Apa Cita-citamu?”. Bahkan memasuki pergantian usia dan masa remaja kita semakin gamang dalam menyebutkan cita-cita. Ingin menjadi apa sebenarnya diri kita? Hal ini banyak membawa gejolak pada diri seorang remaja. Kita tentu tidak ingin meneruskan kesalahpahaman ini pada peserta didik dan anak kita selanjutnya bukan?

Perlu kita pahami terlebih dahulu bahwa berbicara tentang cita-cita artinya membicarakan masa depan. Untuk menentukan akan menjadi apa di masa depan, tentu akan ada proses yang harus dilalui oleh setiap individu. Proses inilah yang coba kita tanamkan kepada peserta didik dan anak kita di setiap masa perkembanganya. Agar mereka memiliki pondasi yang cukup kuat dalam memilih cita-cita dan menentukan tujuan hidupnya.

Sebelum masuk pada tahap itu, kita harus mengenal dulu apa itu cita-cita? Sejauh manakah kita memahami tentang cita-cita?

  1. Cita-cita merupakan tujuan hidup

Berbicara tentang cita-cita, artinya berbicara tentang tujuan hidup kita. Namanya orang hidup sudah tentu memiliki impian dan harapan yang ingin dicapai. Kehidupan seperti apa yang ingin kita jalani di masa depan adalah representasi dari kerja keras dan usaha kita saat ini.

  • Berhubungan dengan minat, bakat, dan potensi

Menekuni passion akan memudahkan kita dalam menjalaninya karena itu sesuatu yang kita sukai. Andai ada tekanan sekali pun kita pasti mampu melaluinya. Seberapa kita mengenali passion yang dimiliki akan mempermudah untuk menentukan tujuan hidup kita.

  • Adanya prestasi yang ingin diraih

Setiap kesempatan yang ada adalah peluang bagi kita karena keberhasilan tidak didapatkan secara kebetulan melainkan karena adanya usaha dan kerja keras.

  • Target yang ingin dicapai jelas

Untuk melangkah jauh ke depan, kita membutuhkan target sebagai motivasi untuk meraihnya. Ketika kita memiliki cita-cita, artinya kita telah membidik target untuk mengenai pas pada sasaran. Ibarat anak panah yang meluncur, meskipun melenceng ia akan menancap setidaknya tidak jauh dari concentric points.

  • Terwujud dari jiwa pantang menyerah

Pepatah mengatakan, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan mendapatkan hasilnya. Begitu pula dengan cita-cita, hanya akan menjadi cerita ketika kita terlalu takut pada kegagalan.

            Setelah kita mengetahui tentang cita-cita, maka selanjutnya adalah bagaimana kita memperkenalkan cita-cita itu kepada peserta didik dan anak kita. Ada tiga proses dalam mendampingi anak untuk bercita-cita, yaitu:

  1. Menemukenali potensi anak

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa, cita-cita biasanya berkaitan dengan minat, bakat, dan potensi anak. Tugas kita adalah menggali informasi tersebut. Kita dapat mengamati keseharianya, melihat  kecenderungan minatnya, atau melakukan tes potensi kecerdasan. Sehingga kita dapat mengarahkan cita-cita mereka sesuai dengan potensi, minat, dan bakatnya.

  • Menumbuhkan cita-cita anak

Ada banyak hal yang dapat kita lakukan untuk menumbuhkan kesadaran bercita-cita pada anak. Jika tahap usia SD kita dapat memberikan cerita tentang tokoh menarik, mendongeng yang mengandung nilai, mengenalkan berbagai macam profesi, bertukar peran, dll. Jika tahap usia SMP-SMA, kita dapat mendatangkan tokoh inspiratif ke dalam kelas, membuat diskusi kelompok cita-cita, atau menceritakan kisah perjalanan inspiratif seseorang dll.

  • Mengksplorasi cita-cita anak

Mengeksplorasi cita-cita anak akan berbeda cara setiap tahapan usianya. Usia SD dapat dilakukan dengan menerapkan SMS (Sepuluh Menit Sepekan) Bercita-cita di dalam kelas. Ada tiga tahapan yaitu:

  1. Menumbuhkan kesadaran anak bercita-cita, menstimulus dengan bercerita atau mendongeng inspiratif dan kegiatan positif lainya.
  2. Menggambar cita-cita, setelah anak mendapatkan insight dari cerita yang ia dapat, minta lah anak untuk menggambarkan cita-citanya di buku gambar khusus cita-cita. Buku gambar ini nantinya akan menjadi profil cita-citanya nanti.
  3. Menceritakan cita-cita, berilah anak kesempatan untuk menceritakan gambar cita-citanya secara bergantian di depan teman-temanya.
  4. Terus dilakukan secara konsisten dan bergantian, jika sudah mendapat giliran semua, kembali pada siklus awal sampai mereka lulus sekolah.

Untuk mengeksplorasi cita-cita anak usia SMP-SMA, kita dapat memanfaatkan peran guru BK, melalui teknik coaching, peran OSIS, dan pembentukan kelompok yang memiliki kesamaan cita-cita. Sehingga mereka memiliki forum diksusi dengan orang-orang yang memiliki kesamaan cita-cita

Kedepanya, ketika kita menanyakan “Apa Cita-citamu?” kepada peserta didik dan anak kita, tidak lagi sebagai pertanyaan formalitas saja. Tetapi kita juga mengambil peran dalam menumbuhkan dan mendampingi cita-cita mereka sejak dini.

          Menyikapi luasnya penyebaran COVID-19 lapisan pemerintah baik daerah mau pun pusat semakin gencar melakukan berbagai upaya pencegahan. Dengan menutup sementara berbagai tempat hiburan, perbelanjaan, rekreasi, pekantoran, rumah ibadah, hingga sekolah. Hal ini dilakukan pemerintah untuk meminimalisir dampak dari penyebaran coronavirus. Beberapa kota-kota besar bahkan telah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) serta pelarangan mudik.

            Tidak terkecuali di bidang pendidikan yang juga terdampak akibat adanya virus ini. Mendadak pemerintah memindahkan proses belajar mengajar menjadi di rumah dan melalui pembelajaran daring. Tidak hanya itu, UN (Ujia Nasional) yang direncanakan dari jauh-jauh hari terpaksa diundur pelaksanaannya sampai waktu yang tidak ditentukan. Oleh karena itu, respon guru sangat diperlukan dalam menghadapi kebijakan pemerintah pusat mau pun daerah tersebut.

            Pembelajaran Jarak Jauh (Distance Learing) menjadi solusi untuk tetap belajar meski harus dari rumah. Namun, di sini kreativitas dan inovasi guru sangat dibutuhkan dalam mengelola pembelajaran yang terbatas. Dalam kondisi darurat seperti ini, guru tidak harus memaksakan kurikulum kompetensi yang ada untuk dituntaskan oleh peserta didikanya. Tetapi guru dapat menjadikan kesempatan ini menanamkan pendidikan karakter pada peserta didiknya saat mereka beraktivitas di rumah.

            Seperti yang kita ketahui bahwa pendidikan karakter merupakan kegiatan yang didalamnya terdapat tindakan mendidik untuk penyempurnaan diri anak dan melatih kemampuan dirinya. Seperti bertanggung jawab, kejujuran, keteladanan, kedisiplinan, dan sopan santun, Apa salahnya, jika bentuk kegiatan mendidik ini dilakukan dalam bentuk kegiatan sehari-hari peserta didik saat di rumah. Berikut beberapa kegiatan yang dapat guru fokuskan untuk menanamkan pendidikan karakter pada peserta didiknya!

  1. Kegiatan beribadah

Penanaman pendidikan karakter dapat dilakukan dengan pembiasaan beribadah saat di rumah. Guru dapat memberikan tagetan-targetan ibadah untuk dilakukan peserta didiknya. Misalnya, dengan melakukan shalat berjamaah bersama orangtua atau keluarga, pembiasaan shalat dhuha mau pun tahajud serta target mengkhatamkan Al Qur’an. Dengan melaksanakan ibadah secara tidak langsung seorang anak belajar untuk bertanggung jawab dan disiplin dalam mengelola waktu. Apalagi saat ini memasuki malam 10 hari terakhir Ramadhan di mana umat muslim memaksimalkan ibadahnya untuk mendapatkan malam lailatul qadr.

  • Menyelesaikan pekerjaan rumah

Mengajarkan bertanggung jawab kepada peserta didik tidak hanya dapat dilakukan oleh teori yang ada. Ternyata untuk melatih tanggung jawabnya, dapat dilatih melalui kehidupan sehari-harinya. Misalnya dengan menyelesaikan pekerjaan rumah seperti merapikan tempat tidur sendiri, membereskan buku setelah digunakan, atau merapikan barang-barang milik sendiri. Guru dapat meminta peserta didiknya menceritakan kegiatan sehari-hari mereka ketika menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Kemudian peserta didik membagikan kegiatannya dalam bentuk video dan dibagikan kepada teman sekelasnya melalui sosial media.

  • Membantu orangtua

Membantu pekerjaan orangtua saat di rumah merupakan sarana bagi peserta didik untuk berbakti sekaligus melatih kepekaan sosialnya. Ini adalah kolaborasi antara guru dan orangtua peserta didik. Di mana guru dapat melibatkan orangtua untuk menyelesaikan kompetensi peserta didiknya dengan beraktivitas bersama orangtuanya. Seperti melakukan perilaku baik dengan membantu orangtua sesuai tahapan usia dan perkembangannya. Atau dapat juga melakukan perilaku positif lainnya yang dapat dikategorikan membantu orangtua. Untuk memonitoringnya, guru dapat membuat form character report melalui google formulir untuk diisi oleh orangtua disertai dengan video dan foto kegiatannya.

Penanaman pendidikan dapat menjadi rekomendasi pembelajaran bagi guru selama masa pandemi COVID-19. Semoga kita senantiasa memberikan pembejalaran terbaik bagi peserta didik kita.

Penanaman Pendidikan Karakter Selama Pandemi COVID-19

          Menyikapi luasnya penyebaran COVID-19 lapisan pemerintah baik daerah mau pun pusat semakin gencar melakukan berbagai upaya pencegahan. Dengan menutup sementara berbagai tempat hiburan, perbelanjaan, rekreasi, pekantoran, rumah ibadah, hingga sekolah. Hal ini dilakukan pemerintah untuk meminimalisir dampak dari penyebaran coronavirus. Beberapa kota-kota besar bahkan telah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) serta pelarangan mudik.

            Tidak terkecuali di bidang pendidikan yang juga terdampak akibat adanya virus ini. Mendadak pemerintah memindahkan proses belajar mengajar menjadi di rumah dan melalui pembelajaran daring. Tidak hanya itu, UN (Ujia Nasional) yang direncanakan dari jauh-jauh hari terpaksa diundur pelaksanaannya sampai waktu yang tidak ditentukan. Oleh karena itu, respon guru sangat diperlukan dalam menghadapi kebijakan pemerintah pusat mau pun daerah tersebut.

            Pembelajaran Jarak Jauh (Distance Learing) menjadi solusi untuk tetap belajar meski harus dari rumah. Namun, di sini kreativitas dan inovasi guru sangat dibutuhkan dalam mengelola pembelajaran yang terbatas. Dalam kondisi darurat seperti ini, guru tidak harus memaksakan kurikulum kompetensi yang ada untuk dituntaskan oleh peserta didikanya. Tetapi guru dapat menjadikan kesempatan ini menanamkan pendidikan karakter pada peserta didiknya saat mereka beraktivitas di rumah.

            Seperti yang kita ketahui bahwa pendidikan karakter merupakan kegiatan yang didalamnya terdapat tindakan mendidik untuk penyempurnaan diri anak dan melatih kemampuan dirinya. Seperti bertanggung jawab, kejujuran, keteladanan, kedisiplinan, dan sopan santun, Apa salahnya, jika bentuk kegiatan mendidik ini dilakukan dalam bentuk kegiatan sehari-hari peserta didik saat di rumah. Berikut beberapa kegiatan yang dapat guru fokuskan untuk menanamkan pendidikan karakter pada peserta didiknya!

  1. Kegiatan beribadah

Penanaman pendidikan karakter dapat dilakukan dengan pembiasaan beribadah saat di rumah. Guru dapat memberikan tagetan-targetan ibadah untuk dilakukan peserta didiknya. Misalnya, dengan melakukan shalat berjamaah bersama orangtua atau keluarga, pembiasaan shalat dhuha mau pun tahajud serta target mengkhatamkan Al Qur’an. Dengan melaksanakan ibadah secara tidak langsung seorang anak belajar untuk bertanggung jawab dan disiplin dalam mengelola waktu. Apalagi saat ini memasuki malam 10 hari terakhir Ramadhan di mana umat muslim memaksimalkan ibadahnya untuk mendapatkan malam lailatul qadr.

  • Menyelesaikan pekerjaan rumah

Mengajarkan bertanggung jawab kepada peserta didik tidak hanya dapat dilakukan oleh teori yang ada. Ternyata untuk melatih tanggung jawabnya, dapat dilatih melalui kehidupan sehari-harinya. Misalnya dengan menyelesaikan pekerjaan rumah seperti merapikan tempat tidur sendiri, membereskan buku setelah digunakan, atau merapikan barang-barang milik sendiri. Guru dapat meminta peserta didiknya menceritakan kegiatan sehari-hari mereka ketika menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Kemudian peserta didik membagikan kegiatannya dalam bentuk video dan dibagikan kepada teman sekelasnya melalui sosial media.

  • Membantu orangtua

Membantu pekerjaan orangtua saat di rumah merupakan sarana bagi peserta didik untuk berbakti sekaligus melatih kepekaan sosialnya. Ini adalah kolaborasi antara guru dan orangtua peserta didik. Di mana guru dapat melibatkan orangtua untuk menyelesaikan kompetensi peserta didiknya dengan beraktivitas bersama orangtuanya. Seperti melakukan perilaku baik dengan membantu orangtua sesuai tahapan usia dan perkembangannya. Atau dapat juga melakukan perilaku positif lainnya yang dapat dikategorikan membantu orangtua. Untuk memonitoringnya, guru dapat membuat form character report melalui google formulir untuk diisi oleh orangtua disertai dengan video dan foto kegiatannya.

Penanaman pendidikan dapat menjadi rekomendasi pembelajaran bagi guru selama masa pandemi COVID-19. Semoga kita senantiasa memberikan pembejalaran terbaik bagi peserta didik kita.

Penanaman pendidikan dapat menjadi rekomendasi pembelajaran bagi guru selama masa pandemi COVID-19. Semoga kita senantiasa memberikan pembejalaran terbaik bagi peserta didik kita.

            Dunia saat ini tengah dikejutkan dengan adanya wabah COVID-19 yang disebabkan oleh virus yang bernama corona. Jutaan masyarakat dari berbagai negara termasuk Indonesia telah terpapar oleh virus ini. Hingga pada tanggal 11 Maret 2020 WHO (World Health Organization) menetapkan wabah ini sebagai pandemi global.

            Rumitnya penangan wabah ini membuat pemerintah dari berbagai negara menerapkan kebijakan yang mendadak dan super ketat untuk mencegah penularan COVID-19. Dalam waktu empat bulan sejak kemunculan pertama kalinya di kota Wuhan, Tiongkok, coronavirus berhasil merumahkan seluruh aktivitas masyarakat dunia. Negara-negara di dunia menerapkan social distancing yang membatasi interaksi sosial demi memutus mata rantai penyebaran coronavirus. Di kota-kota besar di Indonesia sendiri telah memberlakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Tentu kebijakan ini menjadi pilihan berat karena berdampak negative bagi aspek kehidupan lainnya. Banyak perusahaan-perusahaan yang akhirnya merumahkan karyawannya sampai waktu yang tidak ditentukan.

            Berbicara mengenai coronavirus tentu akan banyak informasi yang kita dapatkan karena setiap hari baik di televisi, media cetak atau media online lainnya selalu memberikan berita terupdate tentang perkembangan wabah ini. Guru dapat memanfaatkan media informasi ini untuk meningkatkan literasi peserta didik terkait adanya wabah COVID-19. Mintalah peserta didik untuk mencari infromasi terkini mengenai perkembangan penangan coronavirus di Indonesia dan dampak adanya virus ini terhadap kehidupan masyarakat Indonesia. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan oleh peserta didik adalah:

  1. Membuat mading (Majalah Dinding) informasi coronavirus

Majalah dindin adalah salah satu jenis media komunikasi massa tertulis paling sederhana. Disebut majalah dinding karena dominannya prinsip dasar majalah di dalamnya sementara itu penyajiannya biasanya ditempelkan pada dinding atau sejenisnya. Untuk membuat mading informasi coronavirus, terlebih dahulu peserta didik mencari informasi dengan mebaca baik media cetak atau pun online. Kemudian mengumpulkan inforamasi yang didapat untuk ditempelkan dalam mading. Dengan membaca dan menyajikan Kembali informasi maka peserta didik telah melatih kemampuan berliterasinya.

  • Poster edukasi penyebaran COVID-19

Membuat poster edukasi perihal penyebaran COVID-19 dapat menjadi pilihan untuk peserta didik melatih kemampuan literasinya dalam menangkap informasi mengenai coronavirus. Peserta didik akan menyampaikan kembali informasi yang didapat dalam bentuk visualisasi gambar. Selain menumbuhkan berliterasi pada peserta didik, membuat poster edukasi juga dapat melatih kreativitasnya karena ia harus menyajikan informasi yang di dapat dalam bentuk gambar.

  • Video pencegahan COVID-19

Ketika kita ingin menyampaikan suatu informasi tentu kita harus membaca referensi terlebih dahulu. Begitu juga dengan peserta didik saat mereka mendapat tugas untuk menjelaskan tentang pencegahan COVID-19 dalam bentuk video.Dalam pembuatan video ini peserta didik dapat berkolaborasi bersama orangtuanya.

            Itulah beberapa ide pembelajaran sederhana yang dapat guru lakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi peserta didiknya.

          Di tengah pandemi virus corona, berbagai macam kebijakan terus dilakukan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Mulai dari bekerja, belajar, hingga beribadah dilakukan di rumah. Normal saja jika kebijakan yang diberlakukan belum stabil dan merata karena masih proses adaptasi. Salah satunya adalah Pembelajaran Jarak Jauh yang diberlakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Nadiem Makarim.

            Metode belajar jarak jauh ini tidak mudah dilakukan oleh guru karena harus beradaptasi dengan penggunaan teknologi. Peran guru tetap memberikan pembelajaran namun secara online dan menggunakan aplikasi tertentu. Sementara orangtua harus kooperatif dengan materi yang telah diberikan oleh guru tersebut. Sehingga selain adaptasi dengan penggunaan teknologi, kerjasama antara guru dan orangtua semakin diperlukan.

            Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan guru saat pembelajaran jarak jauh selama pandemi COVID-19:

  1. Merancang kompetensi untuk dicapai peserta didik

Hal pertama yang perlu dilakukan guru adalah merencanakan pembelajaran dan menentukan kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik. Guru dapat melist kompetensi dan memfokuskan pada hal-hal penting untuk disampaikan kepada peserta didik. Karena di masa darurat seperti ini tidak mungkin untuk menuntaskan kurikulum. Dalam pencapaian kompetensinya, guru dapat menguatkan pada pendidikan karakter, literasi, keterampilan hidup, hingga beribadah yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

  • Membuat jadwal rutinitas mengajar online

Mengajar dari rumah tentu akan sangat berbeda atmosfernya saat mengajar di kelas. Jika di dalam kelas guru hanya fokus pada KBM berbeda ketika mengajar dri rumah akan banyak dibenturkan dengan pekerjaan rumah tangga dan anak. Apalagi saat ini tengah menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Maka dari itu, guru sangat perlu membuat jadwal rutinitas mengajar online, agar pembelajaran tetap teratur dan berjalan sesuai dengan target.

  • Membagi kelompok belajar peserta didik

Pembelajaran jarak jauh atau pemeblajaran online tetap memungkinkan guru untuk memvariasikan pembelajaran, salah satunya dengan pembagian kelompok belajar. Pembagian kelompok belajar ini berdasarkan pencapaian kompetensi masing-massing peserta didik. Dengan guru memberikan isu atau pekerjaan kepada masing-masing kelompok belajar maka, setiap peserta didik tetap dapat berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman-temannya.

  • Melakukan kegiatan diskusi COVID-19

Pemberitaan mengenai pandemi virus corona belum mereda, bahkan terus meningkat seiring meningkatnya jumlah penduduk Indonesia yang terinfeksi virus ini. Diskusi mengenai isu COVID-19 tentu dapat menjadi pembelajaran yang faktual dan informatif bagi peserta didik. Guru dapat menggiring opini peserta didik terkait adanya virus ini dan bagaimana mereka menyikapi adanya virus corona. Namun tentunya, diskusi yang dilakukan harus fokus pada hal-hal yang positif. Misalnya dengan mengajak mereka untuk tidak panik dan takut yang berlebihan dan mengedukasi pencegahan penyebaran virus corona. Guru dapat menugaskan peserta didiknya untuk membuat karya seni atau video bertemakan informasi COVID-19.

  • Saling berbagi hobi

Tidak dapat dipungkiri, aktivitas belajar dari rumah sangat terbatas dan bisa saja menimbulkan kejenuhan bagi peserta didik. Karena lingkungan dan kondisi belajar mereka tidak lagi sama. Otomatis mereka harus beradaptasi dengan belajar secara mandiri di rumah. Untuk meminimalisir kebosanan saat belajar di rumah, guru dapat meluangkan waktu satu pekan sekali berbagi hobi atau kegiatan yang biasa mereka lakukan saat belajar di rumah. Berbagi hobi ini dapat dilakukan secara bergantian sampai semua peserta didik menceritakan hobinya masing-masing.

  • Kegiatan bercerita cita-cita

Bukan hal yang tidak memungkinkan jika bercita-cita masuk dalam pembelajaran selama pandemi COVID-19. Justru hal ini akan memperkaya kompetensi yang dapat dicapai peserta didik saat belajar dari rumah. Artinya, meskipun mereka belajar dari rumah bukan berarti mereka tidak membicarakan atau mengingat cita-cita mereka. Ini menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk lebih dekat dengan cita-citanya. Untuk merancang kegiatan bercita-cita ini, guru dapat memberikan video motivasi atau video inspiratif lainnya untuk membangkitkan kesadaran bercita-cita pada peserta didik. Kemudian meminta peserta didik membuat video tentang cita-citanya dan dishare ke media sosial.

  • Berkolaborasi dengan orangtua peserta didik

Kolaborasi guru dan orangtua dalam mendidik sangat diperlukan sekali pun tidak dalam keadaan pandemi COVID-19. Apalagi saat pandemi seperti ini, beban pendidikan peserta didik tidak hanya ada pada guru tetapi kolaborasi antara guru dan orangtua. Guru dan orangtua harus menjalin komunikasi yang baik dan memberikan informasi ketercapaian kompetensi peserta didik kepada orangtuanya. Sehingga guru mendapat feedback dari orangtua begitu pun sebaliknya, orangtua mengetahui perkembangan belajar anaknya.

(oleh: Q Hamdan Purwo Ngabei)

Photograph berasal dari kata Yunani [Photos : Cahaya] [Grafo : Melukis/menulis] Proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada MEDIA yang PEKA cahaya. Bicara tentang fotografi yang perlu diperhatikan pertama adalah tentang arti mudahnya dulu yaitu dengan “menangkap cahaya”. Ini yang sangat perlu dipahami sebelumnya, bicara dengan menangkap cahaya berarti “cahaya” ini sangat diperlukan untuk pengambilan suatu foto. Perlu ditekankan terlebih dahulu bahwasanya “Kamera itu hanya Alat”. Jadi saat bicara dengan pengambilan foto, jangan pernah sesekali terkendala dengan alatnya baik itu Kamera DSLR, Kamera Digital, Kamera Professional, atau Handphone sekalipun. Dalam hal ini kita akan fokus tentang dua hal utama pengambilan foto yaitu TEKNIS dan RASA karena menurut saya bicara tentang pengambilan foto TEKNIS dan RASA adalah dua modal utamanya.

Bicara tentang TEKNIS, berarti bicara tentang alat yang akan kita gunakan. Sebenarnya baik di kamera manapun (handphone sekalipun) terkait teknis itu ada tiga dasar utama pengambilan yaitu SEGITIGA EKSPOSURE (ISO SPEED, Aperture, Shutter Speed). Sebenarnya segitiga eksposure di handphone sudah banyak dan serba otomatis sehingga sangat memudahkan kita untuk tidak terlalu mensetting segitga eksposure ini. Untuk lebih jelas, sekarang bisa kita lihat hanphone masing-masing dan buka aplikasi kamera. Cari settingan/mode yang PRO biasanya ada beberapa yg bisa diatur.

Pertama, ISO adalah “International Standardization Organization”, ini adalah tingkat sensitivitas dari kemampuan alat (handphone) kita. Jadi masing-masing berbeda sesuai dengan merk dan jenisnya. Saat ISO kita naikan angkanya, gambar yang dihasilkan akan semakin cerah, tapi terkadang gambar yang dihasilkan terlihat rusak. Silahkan coba ISO nya masing-masing, ambil gambar dengan ISO rendah, lalu gambar dengan ISO tinggi dan liat perbedaanya. Ini adalah salah satu cara teknis untuk mempengaruhi terang atau gelapnya foto yang dihasilkan dengan mengatur ISO di kamera handphone.

Kedua, Aperture atau bukaan diafragma lensa yang menentukan banyaknya cahaya diteruskan oleh lensa kemudian ditangkap oleh sensor kamera. Ini sangat jarang bisa diatur di kamera handphone, intinya Aperture mirip dengan cara kerja mata kita. Saat kita melihat cahaya terang mata kita akan menyipit dan saat melihat yang sedikit gelap kita akan membuka mata lebih besar. Silahkan mencoba dengan melihat cahaya lampu. Fungsi ini akan ada di kamera-kamera digital ataupun analog. Hampir seluruh handphone tidak memiliki fitur untuk bisa setting Aperture ini. Hanya ada bebrapa handphone seperti Samsung Galaxy Note 9.

Ketiga, Shutter Speed atau dikenal juga dengan Exposure Time menentukan lamanya sensor kamera dalam menangkap citra dari suatu objek, maksudnya adalah kecepatan kamera untuk menangkap gambar. Contoh paling jelas nya ada di modus malam pada pengaturan kamera handphone. Sekarang coba buka mode modus malam kemudian bandingkan hasil foto tidak boleh bergetar dan bergerak dengan hasil foto sambil sedikit digoyangkan. Jadi handphone yang ada fitur Modus Malam akan membuat kamera diatur Shutter Speed tersebut sampai ke titik terendah. Saat Modus Malam/Shutter Speed rendah gambar yang dihasilkan akan lebih terang, tapi kamera sedikit sulit untuk menangkap objek yang bergerak. Bersyukurlah, karena sekarang handphone menyediakan fitur otomatis. Jadi sbenernya tidak perlu kita repot-repot atur juga bisa menghasilkan foto.

Ada beberapa tips untuk menghasilkan foto yang diinginkan:

  1. Pegang handphone dengan kedua tangan.
  2. Format foto biasanya 16:9 (miring). Jadi ketika menangkap foto untuk  dokumentasi atau kegiatan biasakan handphone dimiringkan (landscape tidak portrait).
  3. Tahan nafas, ini biasanya lebih menstabilkan foto.
  4. Jangan sambil bergerak usahakan diam dulu baru mengambil foto.

Dengan landscape foto yang dihasilkan akan lebih banyak memuat informasi dari foto yang portrait. Dalam foto landscape kita dapat tambahan informasi seperti laut dan airnya cukup luas, ternyata ada perahu disekeliling sana dan lebih memaparkan keindahannya tidak hanya gambar laut saja yang dihasilkan.

Itulah beberapa TEKNIK dasar yang bisa digunakan dalam pengambilan gambar. Kita akan bahas tentang RASA pengambilan gambar yang terdiri dari Type of Shot, Angle, dan Framing.

  1. Type of Shot

Type of shot itu adalah patokan jauhnya kita mengambil gambar atau bisa juga patokan framing kita. Beberapa  type of shot adalah Close Up, Medium Shot dan Long Shot. Close Up dimana kita mengambil gambar dengan sangat dekat dengan objek. Biasanya untuk pengambilan gambar yang lebih detail juga pengambilan gambar close up ini untuk menekankan suatu objek. Medium Shot biasanya kita akan mengambil gambar ini untuk menjelaskan gambar atau informasinya secara utuh. Long Shot dimana kita mengambil gambar lebih jauh lagi dari objek yang initinya gambar seperti ini untuk memberikan informasi sekitar si objek bisa berupa kejadian, pemandangan, background dan lainnya. Terpenting dari semuanya adalah selalu sisakan ruang kosong dari setiap gambar. Pada dasarnya tentang RASA ini harus lebih banyak latihan karena berkaitan dengan RASA ini benar-benar kita kaitkan dengan sensitivitas kita dalam mengambil gambar. Ada beberapa Teknik pengambilan Type of shot pada gambar diantaranya:

  1. Close Shot, efek close up biasanya akan terkesan gambar lebih cepat, mendominasi, menekan. Ada makna estetis, ada juga makna psikologis.
  2. Medium Shot, jenis gambar ini adalah paling aman, karena tidak ada penekanan khusu. Semua gambar bisa ditampilkan dengan netral di sini.
  3. Long Shot, untuk mengikuti area yang lebar atau ketika adegan berjalan cepat, untuk menunjukan di mana adegan berada/menunjukan tempat, untuk menunjukan progress, untuk menunjukan bagaimana posisi subjek memiliki hubungan dengan yang lain.
  • Angel

Suka memperhatikan jika pengambilan foto bendera itu harus dari bawah? Foto presiden pun harus sedikit dari bawah?Ini yang disebut Angel atau sudut pandang. Saat kita foto seseorang dari bawah, kita memberikan efek kita meninggikan derajatnya begitupun sebaliknya. Jadi jangan sesekali kita foto prsiden/guru atau yang ingin kita tinggikan, kita yang memfoto berada di lebih tinggi posisinya. Ada beberapa Teknik pengambilan Angel pada gambar diantaranya:

  1. Low Angel, pengambilan gambar dengan low angel posisi kamera lebih rendah dari objek akan mengakibatkan objek lebih superior, dominan, menekan.
  2. Eye Level, pengambilan gambar dengan eye level di mana kamera sama tinggi dengan mata memandang atau objek utama akan menimbulkan efek setara, ikut merasakan, dan sama tinggi.
  3. High Angel, kelabikan dari low angel akan mengakibatkan dampak sebaliknya, objek akan terlihat imperior, menekan, derata audiens lebih tinggi, dan simpatik.
  • Framing

Salah satu tips komposisi dasar pada fotografi adalah framing, yakni dengan menempatkan subyek utama foto atau Point of Intereset (POI) dalam posisi yang sedemikian rupa sehingga dikelilingi elemen lain dalam foto. Framing bisa dicapai salah satunya dengan menempatkan elemen foto yang jaraknya dekat dengan kamera sebagai latar depan (foreground) yang mengelilingi point of interest. Beberapa framing yang bisa ditambahkan adalah: kejadian, informasi, layer, ekspresi dll.

Selama pandemi Corona COVID-19 atau Virus Corona, masyarakat Indonesia diimbau untuk melakukan aktivitas di dalam rumah dan mengurangi intensitas keluar rumah kecuali dalam keadaan darurat. Hal ini dilakukan untuk menekan angka penyebaran COVID-19 dan pencegahan bertambahnya pasien positif COVID-19. Tidak bisa dipungkiri melewatkan beberapa pekan di dalam rumah tentu akan menimbulkan kejenuhan. Sebagain aktivitas sehari-hari seakan terpangkas karena berkativitas di rumah sifatnya terbatas.

Agar tidak merasa bosan saat di rumah GAB merekomendasikan beberapa aktivitas yang bisa kamu lakukan di rumah bersama keluarga. Berikut beberapa aktivitas yang bisa kamu lakukan:

  1. Olahraga
    Banyak pilihan olahraga yang bisa kamu lakukan di rumah tanpa harus keluar rumah. Selain membuat tubuh tetap bugar, melakukan olahraga juga dapat menjadi pilihan saat waktu luang. Misalkan kamu bisa melakukan olahraga senam bersama keluarga.
  2. Berjemur di Bawah Sinar Matahari
    Berjemur di bawah sinar matahari sangat dianjurkan sebagai salah satu langkah mencegah COVID-19. Menurut kesehatan, berjemur dari pukul 10 sampai pukul 11 pagi selama 10 sampai 15 menit dapat membantu tubuh memperoleh asupan vitamin D yang cukup, sehingga dapat mencegah penyakit seperti COVID-19 yang disebabkan oleh Corona Virus.
  3. Mengikuti Kelas Online
    Sejak COVID-19 menjadi pandemi, banyak komunitas, organisasi, dan Lembaga yang membuka kelas-kelas online baik menunjang pembelajaran jarak jauh mau pun edukasi tentang COVID-19. Mengikuti kelas online, dapat membantu mengurangi rasa bosan saat di rumah dan mengisi waktu kita dengan menambah ilmu. Selain ituu, kita juga dapat berinteraksi dengan orang banyak.
  4. Membaca Buku
    Bagi si kutu buku tentu aktivitas ini menjadi hal yang menyenangkan. Mereka bisa menghabiskan beberapa seri buku untuk dibaca. Tidak ada salahnya selama aktivitas di rumah, membaca buku dimasukan dalam list harian. Membuat target beberapa buku yang harus dibaca selama di rumah. Sehingga tidak banyak waktu yang terbuang sia-sia tanpa palning.
  5. Memasak Resep Baru
    Jika selama bekerja kita tidak memiliki banyak waktu untuk bereksperimen, cobalah gunakan waktu luang saat WfH untuk mencoba memasak dengan resep baru. Kamu bisa mengakses menu-menu baru baik di media sosial mau pun Youtube.
  6. Menonton Film Bersama Keluarga
    Banyak pilihan judul film yang bisa kamu tonton bersama keluarga saat menghabiskan waktu #dirumahaja. Menonton film juga dapat menjadi quality time saat menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah.

Pemerintah Indonesia telah menganjurkan masyarakat Indonesia untuk tetap berada di rumah. Hal ini dilakukan untuk meredem penyebaran pandemi Corona COVID-19 atau Virus Corona. Sebagian besar masyarakat Indonesia telah memilih untuk berada di rumah saja selama dua pekan ke belakang. Anjuran untuk Work from Home tentu tidak semudah yang dibayangkan. Suasana di rumah jauh berbeda dengan suasana di kantor sehingga mempengaruhi produktivitas dan tingkat kefokusan terhadap pekerjaan. Selain menimbulkan rasa bosan karena jarang keluar rumah, tentu akan berpengaruh pula pada kebugaran tubuh karena jarang diajak bergerak.
Meski berada di rumah, menjaga kesehatan dan kebersihan sangat penting untuk terhindar dari paparan kuman dan virus yang dapat mengundang penyakit. Sehingga mencari aktivitas lain saat di rumah juga penting untuk tetap menjaga kesehatan tubuh agar tetap sehat dan bugar.
Sebagaimana dilansir dari Instagram WHO (Worl Health Organization), melalui kampanye #BeActive dan #HealthatHome, WHO mengajak masyarakat dunia untuk melakukan berbagai aktivitas di rumah. WHO merekomendasikan untuk beraktivitas selama 30 menit untuk anak-anak dan 1 jam untuk orang dewasa. Lalu aktivitass apa saja yang direkomendasikan WHO untuk dilakukan di rumah?

  1. Mengikuti Kelas Olahraga Online
    Kita bisa mengikuti berbagai kelas olahraga online di berbagai media sosial dan Youtube. Cukup mengikuti instruksi yang tersedia dan kita tidak perlu untuk olahraga di luar rumah.
  2. Menari
    Selain olahraga, menari juga dapat menjadi aktivitas pilihan untuk tetap bergerak. Kita bisa menyetel alunan musik sebagai pengiring gerakan tarian.
  3. Bermain Video Game
    Pilihlah permainan yang tidak hanya membuat kita duduk tetapi dapat bergerak. Kita juga bisa membuat permainan sendiri bersama keluarga, seperti permainan tradisonal atau bermain bola di pekarang rumah.
  4. Lompat Tali/Skipping
    Bermain lompat tali bisa menjadi pilihan saat bermain bersama keluarga saat di rumah. Selain untuk olahraga mandiri, bermain lompat tali Bersama keluarga saat di rumah dapat menjadi hiburan.
  5. Latihan Kekuatan dan Keseimbangan Otot
    Banyak hal yang bisa dilakukan untuk melatih kekuatan dan keseimbangan otot tanpa harus keluar rumah. Bahkan bisa kita lakukan di sela sela istirahat saat bekerja. Misalnya melakukan squat, push up, sit up, latihan berdiri dengan satu kaki, latihan berjalan dengan beban di atas kepala dll.

Nah teman-teman, beberapa rekomendasi aktivitas olahraga di atas bisa kita coba bersama keluarga di rumah. Tetap sehat, tetap bugar dengan meski #dirumahaja dengan #BeActive dan #HealthatHome karena #dirumahkitaselamat. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba teman-teman!!!