Bersama: Ayu Sukmayani

 Pembukaan Kelas Bercerita Cita-cita GAB, mengundang Guru Ayu Sukmayani, fasilitator pendidikan Dompet Dhuafa Yogyakarta juga sebagai Aktivis Sekolah Guru Indonesia. Sebagai orang dengan background pendidikan, Guru Ayu memiliki  pandangan tersendiri terhadap Cita-cita sebagai salah satu sarana dalam menanamkan karakter pada anak. Terlebih, jika kita berprofesi sebagai guru, maka kita memiliki kesempatan untuk hadir dalam setiap proses belajar peserta didik kita.

Guru Ayu juga menjelaskan ketika kita berprofesi sebagai guru artinya kita menjadi orangtua di sekolah dan pemimpin di kelas. Kita adalah agen di sana untuk memberikan contoh terbaik, pengalaman terbaik untuk peserta didik kita. Begitu pula dengan masa depan mereka, kita berusaha mengantarkan mereka pada kesuksesannya.

Cita-cita dapat diartikan sebagai mimpi, harapan, ingin menjadi apa di masa depan? Cita-cita dapat menjadi vitamin baru ketika kita menemui kendala atau masalah di kemudian hari. Cita-cita inilah yang akan menjadi penyemangat dan motivasi kita untuk sukses. Setiap diri kita pasti memiliki cita-cita, sama halnya dengan anak dan peserta didik kita. Lalu bagaimana peran kita sebagai guru dalam mendampingi cita-cita peserta didik kita sekaligus menanamkan karakter baik melalui bercita-cita?

Banyak peran yang dapat kita lakukan agar peserta diidk memiliki cita-cita yang tinggi. Dalam lingkup kelas misalnya, kita dapat menyisipkan pendidikan karakter dan mengaitkan dengan cita-cita mereka. Kita juga dapat mendatangkan guru tamu dari berbagai macam profesi dan mengenalkan kegiatan serta manfaat dari profesi tersebut. Sehingga peserta didik memahamiingin menjadi sosok terbaik seperti apa di masa depan.

Wajar bagi anak ketika mereka memiliki banyak cita-cita dan kita sebagai guru apa yang menjadi cita-cita mereka kita dukung dan arahkan. LIhat potensi dan kecerdasan peserta didik kita di mana untuk dapat dikembangkan. Jika selaras dengan harapan mereka, kita dorong dan persiapkan mereka untuk menjadi apa yang mereka inginkan.

Dukungan yang diberikan guru ada dua, dukungan pendidikan dan pembentukan jati dirinya.  Caranya, ketika mengenalkan cita-cita, kita dapat menceritakan tugas dan mengangkat nilai-nilai kebaikan dari profesi tersebut dalam bermasyarakat. Agar jika cita-citanya berubah pun, nilai-nilai karakter yang telah tertanam dapat membentuk jati dirinya yang dapat mendukung mereka menjadi profesi apa pun.

Guru Ayu Sukmayani menambhkan “Peran kita sendiri sebagai guru dapat menjadi jalan mengenalkan profesi guru melalui contoh perilaku dan budi pekerti baik. Sosok guru dapat menjadikan agen dalam mengenalkan profesi pada anak, karena anak adalah peniru ulung orang-orang di sekelilingnya. Maka dari itu mari kita menjadi sosok terbaik di hadapan peserta didik kita”

Hal ini tentu sejalan dengan semangat Gerakan Ayo Bercita-cita untuk mendorong setiap anak Indonesia memiliki cita-cita dengan peran serta dukungan aktif pendidik untuk memotivasi, mendampingi, dan membimbing peserta didik berani bercita-cita!

#MencegahAnakBermasalah

#MemudahkanMeraihSukses

#MenyemaiGenerasiHebat

Bersama: Lilis Risnawati

Cita-cita adalah impian atau harapan dalam hidup seseorang. Bagi sebagain orang, cita-cita menjadi motivasi dalam hidupnya sehingga segala perilaku dan aktivitas yang dilakukan demi mewujudkan cita-citanya di masa depan. Setiap orang pasti memiliki cita-cita, meski terkadang cita-cita tersebut cenderung berubah seiring bertambahnya usia. Tetapi itu bukanlah suatu masalah karena yang menjadi masalah sesungguhnya adalah ketika seseorang tidak memiliki cita-cita apa pun dalam hidupnya.

Seperti halnya Guru Lilis Risnawati, gadis kelahiran 1994 yang berprofesi sebagai Guru TK sekaligus Guru Privat yang juga mempunyai hobi di bidang konten kreator. Menurut Guru LIlis “Cita-cita adalah pandangan masa depan dan target. Ibarat mobil, kita mengendalikan mobil maka kita harus memiliki tujuan, jika kita tidak memiliki tujuan pasti kita akan kehilangan arah.”

Waktu kecil Guru Lilis bercita-cita menjadi suster, kemudian dokter, ia terinspirasi dari serial di stasiun televisi. Ketika beranjak SMP berubah lagi menjadi guru karena terinspirasi dari gurunya yang dapat menjadi teladan. Ketika SMA ganti menjadi arsitek dan ingin kuliah mengambil jurusan teknik. Ketika dewasa, ternyata salah satu cita-citanya terwujud yaitu menjadi seorang guru.

Berganti cita-cita adalah hal yang wajar dan bukan berarti kita tidak konsisten. Hal ini justru menunjukan bahwa seiring bertambahnya usia, kita terus menerima informasi baru hingga menimbulkan minat kita pada bidang yang sesuai menurut versi kita. Jadi tidak perlu khawatir untuk menekuni berbagai bidang sesuai minat kita.

Kita belajar dari pengalaman Guru Lilis, ketika muncul ketertarikan di bidang konten kreator. Minatnya ini kemudian membawa Guru Lilis pada kegiatan yang lebih menarik yaitu bergelut di bidang media sosial vidgram dan youtube bahkan saat ini tengah merintis usaha. Mempunyai dua sisi sekaligus, pertama menjadi sosok guru yang harus di guguh dan ditiru. Kedua menyalurkan hobi di bidang konten kreator merupakan pengalaman menyenangkan bagi Guru Lilis. Hobinya sebagai konten kreator juga memudahkan Guru Lilis dalam beraktivitas menjadi seorang guru di situasi pandemi seperti saat ini. Di mana guru dituntut untuk bisa membuat video pembelajaran yang menarik untuk Pembelajaran Jarak Jauh.

Menjadi konten kreator bukan salah satu cita-cita dalam hidup Guru Lilis karena saat itu aplikasi dan media sosial belum berkembang seperti saat ini. Muncul ketertarikan di bidang ini saat tahun 2018 awal. Berawal dari membuat vidgram dan ajakan seorang teman membuat video pembelajaran. Saat itu Guru Lilis melihat, menjadi konten kreator bisa menghibur banyak orang dengan konten-kontenya hingga menumbuhkan rasa keingintahuan pada diri Lilis. Pada akhir tahun 2018, Lilis mulai menggeluti secara intens dunia konten kreator. Beruntungnya, Guru Lilis juga memiliki ketertarikan di dunia foto sehingga bisa menunjang dalam pembuatan konten. “Awalnya tidak kepikiran untuk terjun di dunia vidgram dan hanya bermodalkan ketertarikan. Setelah ditekuni ternyata membuat ketagihan dan ada hal baru yang ditemui di sana. Hingga akhirnya bertemu dengan teman yang satu frekuensi dan membuat projek bareng” ujar Guru Lilis.

Kegiatan di luar mengajar, tidak lantas membuat Guru Lilis terganggu aktivitasnya sebagai guru. Ia menuturkan, selama kita bisa membagi waktu dengan baik, maka tidak akan saling mengganggu aktivitas. Ketika mengajar, fokus untuk mengajar, ketika membuat konten maka fokus membuat konten. Jadi tidak membagi pikiran saat mengerjakan suatu pekerjaan.

Tidak terlepas sebagai seorang guru, Guru Lilis juga menyampaikan pentingnya bercita-cita pada peserta didiknya. Karena ia mengajar TK, itu artinya harus memberikan gambaran dari portofolio berbagai profesi. Guru Lilis selalu menekankan peserta didiknya, apa pun cita-citanya harus dikejar dan dicapai. Pengalaman Guru Lilis saat menjadi guru TK, satu anak dalam kelas bisa memiliki dua sampai 3 tiga cita-cita. “Tugas kita sebagai guru tentu harus mendukung apa pun yang menjadi cita-cita mereka. Tidak perlu membenarkan atau menekankan bahwa anak hanya boleh memiliki satu cita-cita. Tapi biarkan anak menemukan cita-cita menurut versi terbaik mereka.” ujar Guru LIlis.

Kesuksesan Guru Lilis tidak terlepas dari dukungan orangtua dan keluarga. Saat usianya dua tahun, Guru Lilis ditinggal oleh ayahnya bersama ibu dan ketiga kakaknya. Dulu keadaan sangat tidak memungkinkan untuk mencapai cita-cita, tetapi karena perjuangan ibu dan ketiga kakaknya, Lilis dapat melanjutkan pendidikanya. “Jasa-jasa mereka yang membuat saya menjadi seperti ini, merasakan bangku sekolah dan melanjutkan pendidikan” ujar Guru Lilis. Tapi Lilis tidak berpuas diri dengan pencapaianya saat ini untuk terus berkembang. Bahkan sampai saat ini ia membuat list target yang akan dicapai di masa depan.

Keterbatasan bukanlah menjadi alasan untuk seseorang tidak sukses, selama ia memiliki cita-cita dalam hidupnya, cita-cita inilah yang akan menggerakan seluruh potensi yang ada pada dalam diri. Bercita-cita adalah jalan paling efektif untuk mengantarkan anak-anak Indonesia menuju kesuksesanya masing-masing. Oleh karena itu, guru sangat berperan dalam mendampingi cita-cita peserta didiknya. Karena gurulah yang tahu perkembangan potensi dan minat yang dimiliki peserta didiknya.

Inilah yang kemudia menjadi salah satu tujuan dari Gerakan Ayo Bercita-cita (GAB) yaitu Setiap Anak Indonesia Memiliki Cita-cita dengan mengajak guru-guru Indonesia untuk berpartisipasi aktif menerapkan GAB di sekolah.

Bersama: Kak Bonchie

Sebagai orangtua, kita pasti berharap untuk kesuksesan Ananda di masa depan. Tidak ada orangtua yang menginginkan anaknya menjadi manusia gagal. Namun, tidak banyak orangtua dan pendidik mengetahui bahwa kesuksesan anak bisa dimulai dari ia berani Bercita-cita sejak dini. Cita-cita ini yang nantinya akan menggali minat, bakat, dan potensi anak. Karena untuk menggapai cita-citanya, anak perlu memaksimalkan potensi yang ada pada dirinya. Lantas, bagaimana cara untuk memupuk cita-cita anak sejak dini? Salah satu cara mendorong motivasi anak Bercita-cita adalah melalui dongeng.

Pada Kelas Bercerita Cita-cita #3 GAB berkesempatan mengundang Kak Bonchie pendongeng Ayo Dongeng Indonesia. Ia menuturkan bahwa pada dasarnya dongeng adalah cerita, budaya bertutur Indonesia pada jaman dulu yang menceritakan kisah-kisah perjuangan. Apapun segala hal yang bisa kita komunikasikan itu adalah dongeng, karena dongeng adalah komunikasi dua arah. Intinya dongeng itu kisah yang kita bawakan. Kekuatan dongeng terletak ada pada ceritanya, teknik pengubah suara dan lainya hanyalah gimik. Jadi para orangtua tidak perlu khawatir jika tidak bisa melucu atau menguasai teknik mengubah suara dan gimik lainya karena kekutan dongeng itu sendiri terletak pada ceritanya.

Tentu hal ini sangat menarik, kita ketahui bahwasanya di dalam cerita dongeng banyak sekali mengandung pesan-pesan kebaikan, moral, dan budi pekerti baik serta petuah orang-orang terdahulu. Oleh karena itu, dongen dapat dijadikan salah satu sarana dalam mendorong motivasi cita-cita anak.

Cita-cita tidak terbatas pada profesi saja, tetapi cita-cita juga adalah harapan. Ketika kita bercerita ada pesan yang disampaikan di sana. Secara tidak langsung kita telah menabung harapan dan kebaikan tersebut pada anak. Jika anak ingin menjadi dokter, maka dokter yang seperti apa yang mereka harapkan?

Menceritakan berbagai macam profesi juga dapat melalui dari membaca buku bersama, kemudian mengenalkan konten yang terdapat dalam buku tersebut. Kenalkan pada anak profesi apa saja yang terlibat dalam pembuatan sampai dengan pencetakan menjadi sebuah buku. Mulai dari penulisnya, editor, illustrator dan sebagainya lalu ceritakan bagaimana profesi tersebut. Jika hal tersebut dilakukan, secara tidak langsung kita tengah menyicil kebaikan dan harapan untuk anak. Sehingga portofilio cita-cita anak menjadi beragam.

Selama sharing KBC berlangsung, Kak Bonchie juga memberikan tips dalam memilih dongeng untuk anak. Seperti berikut ini:

  1. Dalam memilihkan dongeng, tentunya harus sesuai dengan usia anak, lihat berapa rentang usia audiens kita?
  2. Siapkan cerita yang yang kita kuasai, kita sukai, dan sesuaikan dengan pendengar.
  3. Pilih informasi apa saja yang cukup mereka ketahui dari cerita yang kita bawa.
  4. Bukalah ruang untuk berdiskusi.

Selesai kita menyampaikan dongeng, kita tidak wajib membuat dan menyimpulkan pesan moralnya, agar anak-anak dapat menangkap pesan keseluruhan dari dongeng tersebut. Sebagai gantinya, kaita dapat menanyakan atau membuka diskusi dengan anak untuk membersamai anak membangun karakter lewat imajinasinya. Biarkan anak untuk menangkap pesan moral dari cerita itu sendiri. Sebisa mungkin libatkan anak ketika bercerita karena dongeng adalah komunikasi dua arah.

Kak Bonchie juga memaparkan, agar anak terbuka dengan orangtua, kita harus pandai membuka obrolan bersama anak agar ia berani bercerita untuk mengungkpakan pendapat dan bercerita tentang minatnya. Ketika anak berani menyampaikan pendapat dan menceritakan minatnya maka akan memudahkan orangtua untuk mendampingi anaknya.

Dongeng ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja tergantung kita dapat meluangkan waktunya. Cerita-cerita yang kita sampaikan pada anak, bisa menjadi reminder untuk anak juga untuk diri kita sendiri. Misal ketika anak makan tidak mau diam, bisa me-recall cerita-cerita yang sudah disampaikan yang berkaitan dengan etika makan. Bank cerita ini bisa didapat dari pengalaman sendiri, pengalaman yang pernah kita lalui, atau kita juga dapat menceritakan profesi kita pada anak.

Pesan-pesan moral yang kita sampaikan melalui dongeng, ini akan mendorong anak untuk menjadi apa yang setiap hari mereka dengar dan lihat. Sehingga akan menumbuhkan minatnya akan suatu bidang yang sesuai dengan minatnya.

Itulah mengapa dalam proses anak bercita-cita, GAB menempatkan “menumbuhkan kesadaran bercita-cita” di urutan pertama karena ini adalah dasarnya. Dan salah satu cara menumbuhkan kesadaran bercita-cita pada anak adalah dengan mendongeng. Di mana banyak pesan moral dan tokoh-tokoh yang dapat kita kenalkan pada anak melalui dongeng.

ayobrcitacita susi pujiastuti

Susi Pudjiastuti lahir di Pangandaran pada 15 Januari 1965, saat ini umurnya telah memasuki usia 55 tahun. Susi terlahir dari keluarga berkecukupan, keluarga Susi memiliki usaha ternak, memperjualbelikan ratusan ternak dari Jawa Tengah untuk diperdagangkan di Jawa Barat. Setelah mengenyam pendidikan di tingkat SMP, Susi melanjutkan pendidikannya ke SMA Negeri 1 Yogyakarta hanya sampai kelas 2. Ia memutuskan berhenti sekolah dan memilih untuk fokus membangun bisnisnya sendiri sebagai pengepul ikan pada tahun 1983. Karena saat itu ia melihat potensi hasil perikanan di Pangandaran yang melimpah ruah, ia pun tergiur untuk memulai bisnisnya sebagai pengepul ikan dengan modal utama sebesar Rp750.000 hasil menjual perhiasannya.

Bisnis yang dirintis Susi berkembang pesat hingga pada tahun 1996 ia mampu mendirikan pabrik pengolahan ikan PT ASI Pudjiastuti Marine Product dengan produk andalannya adalah Lobster yang diberi merek “Susi Brand” untuk diekspor keluar negeri. Tidak hanya itu bisnis pengolahan ikan Susi mampu menjangkau pasar luar negeri hingga ke Asia dan Amerika. Pada tahun 2004 Susi memutuskan membeli transportasi udara sebuah Cessna Caravandari dari hasil pinjamannya di Bank sebesar Rp20 Miliyar. Kemudian ia mendirikan perusahana transportasi udara bernama PT ASI Pudjiastuti Aviation untuk mengangkut lobster dan ikan segar tangkapan nelayan di berbagai pantai Indoensia ke pasar Jakarta dan Jepang. Semua ini dilakukan agar ia dapat mengangkut hasil produknya hingga sampai pada konsumen dalam keadaan masih segar. Usaha transportasi udara Susi juga berkembang pesat, dari hanya memiliki satu pesawat ia mampu memiliki puluhan pesawat untuk disewakan baik mengangkut hasil laut maupun penumpang. Dikutip dari Wikipedia Indonesia, Susi Pudjiastuti memiliki 50 pesawat dengan berbagai tipe seperti 32 Cessna Grand Caravan, 9 Pilatus PC-6 Porter dan 3 Piaggio P180 Avanti. Susi Air mempekerjakan 185 pilot, dengan 175 di antaranya merupakan pilot asing. Tahun 2012 Susi Air menerima pendapatan Rp300 miliar dan melayani 200 penerbangan perintis

Kiprahnya di bidang bisnis perikanan dan transportasi udara membuat Presiden Joko Widodo mempercayai Susi Pudjiastuti untuk menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan pada masa Kabinet Kerja tahun 2014-2019. Selama menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, ia banyak melakukan aksi heroik dan terkenal dengan kata “tenggelamkan”. Sebagai satu-satunya Menteri Indonesia yang hanya tamatan SMP, Susi membuktikan kepiawaiannya dalam memimpin Kementrian Kelautan dan Perikanan. Susi dikenal sangat giat dalam memberantas illegal fishing di laut Indonesia. Ia bahkan tidak segan-segan memberikan perintah penenggelaman kapal terutama milik asing yang terbukti mencuri ikan di perairan Indonesia. Dilansir dari Wikipedia Indonesia, meski kebijakannya banyak menuai pro dan kontra, terbukti selama dua tahun kebijakan tersebut diterapkan stok ikan Indonesia bertambah 5,4 juta ton atau sekitar 76%.Pada tahun 2018, stok ikan mencapai 13,1 juta ton, lebih tinggi dari tahun 2015 yang hanya sebanyak 7,3 juta ton. Kebijakan tegas dalam memerangi pencurian ikan oleh Susi Pudjiastuti juga berdampak pada meningkatnya ekspor ikan Indonesia. Ketegasan dan rasa percaya diri Susi Pudjiastuti patut diacungi jempol. Bahkan kepiawannya dalam berbisnis dan melihat peluang usaha banyak menginspirasi orang, yang hanya berawal dari bakul ikan hingga menjadi pemilik maskapai. Tentu selain itu semua ada pejuangan dan kerja keras di balik suksesnya Susi Pudjiastuti saat ini

https://ayobercitacita.id/

Penulis novel terkenal Andrea Hirata lahir di Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tanggal 24 Oktober 1967. Ia tinggal di sebuah desa yang termasuk desa tertinggal dan letaknya yang cukup terpelosok di pulau Belitung. Tinggal di sebuah desa dengan segala keterbatasan membuat Andrea Hirata kecil mendapat banyak motivasi dari lingkungannya dan terpacu untuk menggapai impiannya yakni sebagai penulis.

Sejak lahir Andrea diberi nama Aqil Barraq Badruddin oleh kedua orang tuanya. Namun karena merasa tidak cocok dengan nama pemberian orang tuanya, ia beberapa kali mengganti nama sebelum ia memilih nama Andrea Hirata.

Andrea Hirata menempuh pendidikan sekolah dasar di desanya yang bernama Muhammadiyah. Kondisi sekolahnya sangat memprihatinkan dan bangunan sekolahnya hampir roboh. Namun karena keterbatasan biaya, ia terpaksa bersekolah di sekolah tersebut yang harus di tempuh dengan jarak sekitar 30 km dari rumahnya. Andrea Hirata memang dilahirkan dari keluarga yang tidak berada, ayahnya hanya seorang kuli timah di sebuah perusahaan di Belitung. Sementara ibunya hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Kendati demikian Andrea tetap memiliki semangat yang besar untuk belajar.

Di sekolah itulah kemudian Andrea bertemu dengan sahabat-sahabatnya yang dijuluki dengan Laskar Pelangi. Dan di sekolah itu pula ia bertemu dengan sosok yang menjadi peran penting dalam terbuatnya novel Laskar Pelangi yakni NA (Nyi Ayu) Muslimah yang akrab dipanggil Bu Muslimah. Bu  Muslimah adalah guru yang mengajar di sekolah dasar Muhammadiyah tempat Andrea kecil bersekolah.

Andrea menganggap sosok Bu Muslimah sebagai seorang yang sangat menginspirasi hidupnya. Kegigihan Bu Muslimah dalam mengajar mereka yang tidak lebih dari 11 orang siswa sangat membekas di hati Andrea. Perjuangan mereka mempertahankan sekolah yang sudah hampir roboh itu ternyata memberikan dampak besar untuk kehidupannya. Berkat Bu Muslimah, Andrea mendapatkan dorongan yang membuatnya mampu menempuh jarak 30 km dari rumah ke sekolah untuk menimba ilmu. Sejak ia duduk di kelas 3, Andrea membulatkan tekad untuk menjadi seorang penulis. Ketika ia besar nanti, ia akan menulis cerita tentang perjuangan Bu Muslimah.

Pasca menyelesaikan pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA) di kampung halamannya di Belitung, Andrea memutuskan untuk merantau ke Jakarta. Keinginannya merantau ke Jakarta adalah untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang penulis dan melanjutkan pendidikan demi ayahnya. Berniat merantau ke Jakarta justru takdir membawanya merantau ke kota hujan, Bogor. Andrea lantas memulai kehidupan barunya di kota hujan tersebut.

Beruntungnya Andrea mendapat pekerjaan sebagai penyortir surat di kantor pos Bogor. Karena usaha dan kerja kerasnya, Andrea berhasil melanjutkan pendidikannya di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Pasca sarjana, Andrea mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S2 Economic Theory di Universite de Paris, Sorbonne, Perancis dan Sheffield Hallam University, Inggris. Andrea lulus dengan status cum laude dan mampu meraih gelar Master Uni Eropa.

Sekembalinya ke tanah air, Andrea bekerja sebagai karyawan di PT Telkom pada tahun 1997. Selama bekerja, niatnya menjadi seorang penulis masih terpendam. Hingga niat itu kembali menggebu ketika ia menjadi relawan di Aceh yang pada saat itu terjadi tsunami Aceh pada tahun 2004. Sekolah yang porak poranda karena tsunami mengingatkan Andrea pada sekolahnya di Belitung yang juga hampir rubuh meski bukan karena bencana alam. Sekembalinya dari Aceh, Andrea memantapkan diri untuk menuliskan pengalaman masa lalunya dan Bu Muslimah.

Andrea Hirata menuliskan pengalamannya dalam tempo yang cukup singkat yaitu tiga pekan. Dalam waktu tiga pekan, Andrea mampu membuat naskah setebal 700 halaman dan digandakan menjadi 11 buah. Naskah itu kemudian dikirimkan ke Bu Muslimah dan sahabat-sahabatnya di Belitung.

Desember 2005 novel Laskar Pelangi resmi diterbitkan, hanya dalam waktu satu pekan novel Laskar Pelangi mampu dicetak ulang. Perlu diketahui bahwa Novel Laskar Pelangi yang ia tulis menjadi salah satu novel best seller di Indonesia. Penjualan resminya bahkan mencapai 5 juta eksamplar dan 15 juta eksamplar untuk edisi bajakannya. Pada 26 September 2008, Laskar Pelangi diangkat menjadi film layar lebar oleh Mira Lesmana dan Riri Riza. Film ini telah ditonton oleh 4,6 juta orang di seluruh Indonesia. Setelah meluncurkan novel Laskar Pelangi, Andrea berhasil menulis beberapa novel lanjutan yaitu Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Kaprov.

Kini Andrea berhasil mewujudkan mimpinya menjadi seorang penulis. Tidak hanya itu, bahkan Andrea Hirata menjadi penulis terkenal di Indonesia dengan segudang prestasi dan penghargaan yang telah diraihnya. Ia juga sudah menulis lebih dari 10 buku hingga saat ini dan novel terakhir yang terbit di tahun 2019 lalu berjudul “Orang-orang Biasa”.

Kisah hidup dan perjuangan Andrea Hirata mengajarkan kepada kita bahwa mimpi itu ada untuk diwujudkan. Dan mewujudkannya adalah dengan memperjuangkannya meski keterbatasan membelenggu akan selalu ada jalan yang Tuhan berikan.

bj-habibie-presiden-ke-3-republik-indonesia

Bacharuddin Jusuf Habibie yang lebih akrab dipanggil BJ Habibie merupakan presiden ketiga Republik Indonesia Sosok B. J. Habibie dikenal sebagai seorang yang jenius. Kecerdasannya dalam bidang teknologi dan sains patut diacungi jempol. Ia adalah orang Indonesia yang pertama menciptakan pesawat dan membawa harum nama Bangsa Indoensia ke kancah dunia dengan presatsinya di bidang tektonolgi. Bahkan, lantaran kepiawaian Habibie dalam hal tersebut, ia dijuluki sebagai Bapak Teknologi Indonesia dan sempat menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Indonesia.

Meski ketika BJ Habibie membicarakan mimpinya untuk menciptakan pesawat banyak teman-teman dan orang di sekeliling meremehkan bahkan mencemoohkannya. Bahkan ketika Habibie menyampaikan pemikirannya kepada pemerintah Indonesia usulannya tersebut tidak diterima. Habibie sempat mengalami depresi rinngan menghadapi kenyataan hidupnya. Namun, semangat dan keyakinan Habibie membawa ia pada kesuksesannya. Benar saja Habibie muda berhasil dengan progression crack theory atau teori keretakan. Barulah setelah ia berhasil menyumbangkan pemikirannya teori keretakan adalah cara untuk mengantisipasi struktur badan pesawat yang membuatnya menjadi lebih kuat untuk dioperasikan.

Di era itu industri pesawat terbang dihadapkan pada kebuntuan karena adanya kerusakan pesawat yang kerap tidak terdeteksi. Keretakan terjadi akibat fatigue atau kelelahan pada struktur pesawat yang tak terlihat. Akibatnya, angka kecelakaan pesawat terhitung tinggi. Semenjak ditemukannya teori keretakan oleh BJ Habibie muda mampu meningkatkan kinerja pesawat dan membuat daya angkut pesawat bertambah sehingga membuat daya jelajah menjadi lebih jauh. Teori ini membantu ilmuwan menciptakan pesawat yang lebih aman dan terhindar dari risiko kecelakaan.

Setelah ia berhasil menemukan teori keretakan, pemerintah Jerman memanggilnya untuk menduduki jabatan sebagai wakil presiden Messerschmitt Boelkow Blohm Gmbh (MBB) di tahun 1969. MBB merupakan industri pesawat terbang besar di Jerman. Barulah setelah itu, ia dipanggil pemerintah Indonesia untuk bekerja di Indonesia. Meski sempat mengalami penolakan oleh pemerintah Indonesia, itu sama sekali tidak membuat BJ Habibie tersinggung. Justru ketika mendapat panggilan dari Indonesia ia tidak ragu untuk meninggalkan kedudukannya sebagai sebagai wakil presiden Messerschmitt Boelkow Blohm Gmbh (MBB).

chairul tanjung

Chairul Tanjung, siapa yang tidak kenal dengan sosok karismatik putra kebanggaan Indonesia ini? Terkenal dengan julukan Si Anak Singkong, Chairul Tanjung menjadi salah satu tokoh inspiratif di Indonesia. Lalu siapakah sebenarnya Chairul Tanjung? Mungkin beberapa di anatara kita masih belum mengenal sosok Chairul Tanjung. Sebelum itu mari kita sedikit menghibur diri dan bermain dengan imajinasi kita!

Ada yang belum pernah ke Trans Studio Bandung? Atau Trans Studio Cibubur? Wahana permainan berkelas internasional ini tentunya tidak asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia kelas menengah ke atas. Atau mungkin kita pernah berbelanja di Transmart? Menonton televisi favorit Trans TV dan Trans 7? Pernah melihat iklan salah satu Bank terbesar di Indonesia seperti Bank Mega? Bagaimana jika semua perusahaan itu adalah milik kita? Ya, milik anda. Mungkin saja anda akan menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia. Apakah anda memiliki mental untuk menjadi orang terkaya di Indonesia? Selamat! Bisa saja anda menjadi sosok Chairul Tanjung.

Kesuksesan hidup adalah perjalanan manusia dalam mewujudkan setiap mimpi-mimpinya. Tidak ada kesuksesan yang dicapai dengan mudah, akan ada banyak tantangan, hambatan, atau bahkan kegagalan yang siap menggulingkan orang sukses kapan saja. Begitu juga dengan perjalanan sukses seorang Chairul Tanjung.

Chairul Tanjung lahir di Jakarta pada tanggal 16 Juni 1962, Chairul dilahirkan dalam keluarga yang cukup berada. Ayahnya berprofesi sebagai seorang wartawan sebelum pada masa pemerintahan orde baru perusahaan ayahnya ditutup karena tidak sejalan dengan pemerintahan saat itu. Ayah Chairul adalah sosok ayah yang tegas untuk pendidikan anak-anaknya. Chairul Tanjung disekolahkan di SMA Boedi Oetomo pada tahun 1981  kemudian melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Kedokteran Gigi, di Universitas Indonesia. Semasa kuliah Chairul dikenal sebagai mahasiswa teladan dan pernah mendapatkan penghargaan sebagai mahasiswa teladan tingkat nasional pada tahun 1984-1985.

Latar belakang pendidikan Chairul bukan ekonomi atau enterpreneur, namun jiwa bisnis Chairul muncul ketika masa kuliah di mana tingginya biaya kuliah saat itu. Dan untuk menutupi biaya kuliahnya Chairul mencoba beberapa usaha ketika ia masih duduk di bangku kuliah. Di antaranya Cahirul membuka usaha fotocopy di dekat kampusnya, menjua baju, hingga menjual buku-buku kuliah. Hingga sampai lulus kuliah Cahirul tetap menjalankan usahanya tersebut.

Setelah lulus kuliah Chairul mencoba peruntungan baru dengan mendirikan usaha toko peralatan medis dan laboratorium. Sayangnya Chairul harus mengalami kegagalan pertamanya. Kebangkrutan yang dialami Chairul tidak lantas membuatnya menyerah, ia mencoba merintis usaha baru di bidang kontraktor. Usaha di bidang kontraktornya saat itu mengalami kemajuan dan berhasil mengerjakan beberapa proyek industri.

Pada tahun 1987 Chairul Tanjung bersama beberapa temannya membangun sebuah perusahaan yaitu PT. Pariarti Shindutama. Bisnis yang mereka garap bersama mengalami kemajuan dan bahkan kerap menangani beberapa jenis ekspor. Di saat perusahaan yang dibangun bersama temannya mengalamai kemajuan, Chairul Tanjung mundur karena memiliki sudut pandangn yang berbeda dengan rekan bisnisnya dan ia memilih untuk mendirikan perusahaan sendiri.

Dengan kejeniusannya Chairul Tanjung membidik usaha barunya di tiga bidang bisnis diantaranya adalah bisnis di bidang properti, keuangan, dan multi media. Lalu tidak lama kemudian mendirikan perusahaan Para Group. Para group berhasil mendirikan Bandung Super Mall yang pada waktu itu sukses menghabiskan dana hingga 99 milyar serta berhasil membeli 40% saham Carrefour melalui perusahaannya Trans Corp, MOU pembelian saham Carrefour ini ditandatangani pada tanggal 12 Maret 2010 oleh Chairul di Perancis,

Kesuksesan adalah hal yang membutuhkan banyak perjuangan, tidak hanya itu sukses menuntut si pemiliknya untuk mempunyai jiwa enterpreneur. Cerdas menangkap kesempatan dan bisa menjadikan kesempatan itu sebagai ladang kesuksesannya. Itulah sepenggal Kisah Inspiratif” dari sosok Bapak Chairul Tanjung yang sangat menginspirasi dan memotivasi kita bahwa ada saja jalan untuk orang menuju kesuksesannya. Apakah anda siap untuk menjadi Chairul Tanjung selanjutnya? Bersiaplah dan persiapkan dari sekarang! Semoga bermanfaat, terimakasih.